Kaktolong buatin teks drama fabel 5 tokoh, dikumpul selasa. makasih kak ^_^ Veronikapaseru Dialog Drama Pada suatu hari, Mimi mendapati Ami sedang terlihat sangat gelisan. Mimi tertanya-tanya dalam hatinya, ada apa gerangan dengan si Ami. Tak ingin menyaksikan Ami terus menampilkan raut yang menyedihkan, maka Mimi langsung mencari tahu Ah, mana mungkin dimakan tikus!" kata Kanca. "Iya betul kok! Masa sama kakaknya tidak percaya!" jawab Manggut berbohong. Mulanya Kanca tidak percaya dengan omongan Manggut. Tetapi setelah Manggut mengatakannya berkali-kali akhirnya Kanca percaya juga. Kanca memanggil tikus ke rumahnya. "Ha? Mencuri? Berpikir saja aku belum pernah!" jawab tikus. DRAMAFABEL 5 TOKOH. Pagi yang cerah. gajah dan Kancil, dua orang siswa kelas VII sedang asyikmembaca-baca buku Biologi di koridor sekolah. Pasalnya nanti siang akanada ulangan harian mata pelajaran tersebut. Kemudian datang Tikus, sahabatmereka. Tikus: Mit, Cil, rajin sekali kalian berdua! gajah: Iya dong, tugas kita sebagai pelajar kan memang Ciriciri Teks Cerita Fabel 1. Fabel tergolong dongeng. 2. Tokoh Tibatiba tikus melihat Sapi dan Domba mendekat ke pinggir ladang. "Hey kalian mau kemana? Sini ikut main sama kita." Sapa Tikus kepada Sapi dan Domba. "Eh ada Tikus, aku lagi jalan-jalan aja nih sama Domba Wah aku juga mau ikut main dong sama kalian." Jawab Sapi dengan girang. "Iya aku juga mau ikut main dong." Domba menambahkan Kura-kura, mari kita menanam pohon pisang," ajak monyet. "Ayo, kau di sebelah kanan aku di sebelah kiri," jawab kura-kura. Hari berganti hari. Setiap hari kura-kura merawat pohon pisangnya. "Tumbuh, tumbuhlah pohon pisangku," kura-kura bernyanyi riang. Monyet hanya melihat tingkah kura-kura sambil tiduran di rerumputan. "Apa kabar Monyet? . - Inilah teks drama fabel 4 tokoh, pembahasan tentang aneka hal yang erat kaitannya dengan teks drama fabel 4 tokoh serta keajaiban-keajaiban dunia sejumlah artikel penting tentang teks drama fabel 4 tokoh berikut ini dan pilih yang terbaik untuk Anda.…Yunani “dromai” yang berarti berbuat atau bertindak. Drama adalah karya sastra yang mengungkapkan cerita melalui dialog para tokoh-tokohnya. Drama adalah salah satu bentuk karya sastra. Dalam drama, penulis skenario hendak……drama bahasa Inggris. Semoga contoh naskah drama bahasa Inggris ini bermanfaat bagi Anda yang sedang mencari contoh naskah drama bahasa Inggris. Anda bisa menyesuaikan naskah drama ini sesuai dengan kebutuhan….…dari teks tertulis. Dalam konteks arkeologi, baik teks maupun kebudayaan materi itu merupakan saksi bisu, dan dengan demikian memerlukan interpretasi agar dapat diungkapkan maknanya. Di atas dikatakan bahwa bahasa merupakan… – Naskah drama banyak diperlukan untuk mengerjakan tugas-tugas sekolahan anak-anak SD, SMP atau SMA saat ini. Naskah drama yang dibutuhkan antara lain disajikan dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa……Teks eksposisi tidak selalu terbagi atas bagian-bagian yang disebut pembukaan, pengembangan, dan penutup. Hal ini sangat tergantung dari sifat karangan dan tujuan yang hendak dicapai. Secara umum, teks eskposisi terdiri…Teks eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat. Tulisan eksposisi……Rapuhnya Pemerintahan RI dan perekonomiannya akibat “Mafia Berkeley” dan sebagian besar tokoh-tokoh negara terlibat dalam dosa “Kerusuhan Mei”. Amerika memegang kartu tokoh-tokoh negara tersebut, lalu leluasa untuk mendikte pemerintah. Boleh……kekalahan diplomasi, oportunisme, kepentingan pribadi bertemu dengan frame moral, kebajikan, kebersahajaan, penderitaan, ketakberdayaan, kemiskinan, keterhinaan bangsa, ketakberdayaan penguasa, idealisme, keteguhan prinsip, perjuangan martabat dan pembebasan. Berikut ini Contoh Naskah Drama……ini tersebut dalam risalah Tamil popular yang mendukung teori ini seperti; Silapathikaram dan Manimegalai, sebagian lagi disebutkan walau tidak secara rinci disebutkan ciri geografisnya dalam teks-teks lain Tamil kuno yaitu…Demikianlah beberapa ulasan tentang teks drama fabel 4 tokoh. Jika Anda merasa belum jelas, bisa juga langsung mengajukan pertanyaan kepada MENARIK LAINNYAmanfaat pohon kaboa, Java tel aviv, kayu tlogosari, orang terkaya di dharmasraya, naskah drama bahasa sunda 10 orang, sunan pangkat, tokoh wayang berdasarkan weton, penguasa gaib pulau sumatera, Ki sapu angin, 9 gunung suci di jawa Uploaded byLissa Sonlay 0% found this document useful 0 votes552 views4 pagesDescriptionBaikOriginal TitleDrama-Fabel-5-TokohCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes552 views4 pagesDrama Fabel 5 TokohOriginal TitleDrama-Fabel-5-TokohUploaded byLissa Sonlay DescriptionBaikFull descriptionJump to Page You are on page 1of 4Search inside document You're Reading a Free Preview Page 3 is not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Pada zaman dahulu kala, di suatu pedesaan yang sangat indah terdapat dua hewan yang sangat akrab, yaitu Sapi dan Domba. Mereka bersahabat baik sejak lama karena mereka memiliki kesamaan dalam hal makanan. Selain itu mereka juga saling membantu satu sama lain. Ketika Sapi membutuhkan pertolongan, Domba dengan senang hati menolong sapi. Begitu juga sebaliknya, ketika Domba membutuhkan pertolongan, Sapi juga siap membantu Domba. Namun perbedaannya, Sapi selalu merasa dirinya lebih baik dibanding Domba. Sapi dan Domba juga memiliki sahabat lainnya seperti Tikus, Katak, dan Musang. Pada suatu hari di pinggir ladang terlihat Tikus, Katak, dan Musang sedang bersama. Mereka terlihat sedang mempersiapkan peralatan untuk bermain. Tiba-tiba tikus melihat Sapi dan Domba mendekat ke pinggir ladang. “Hey kalian mau kemana? Sini ikut main sama kita.” Sapa Tikus kepada Sapi dan Domba. “Eh ada Tikus, aku lagi jalan-jalan aja nih sama Domba ... Wah aku juga mau ikut main dong sama kalian.” Jawab Sapi dengan girang. “Iya aku juga mau ikut main dong.” Domba menambahkan “Kita mau main apa nih?” Tanya Sapi “Kita mau main masak-masakan, ini aku udah siapin peralatannya” Jawab Tikus sambil menunjuk ke arah peralatannya. Sapi tiba-tiba langsung menghampiri peralatan tersebut dan berkata, “Aku mau pegang yang ini, yang ini, yang ini, dan yang ini. Aku mau pegang semuanyaaa” Tikus belum mengizinkan namun sapi langsung mengambilnya dan sibuk sendiri. Sedangkan Katak, Domba dan Musang hanya melihat dari arah mereka berdiri. Perlahan Katak, Domba, dan Musang menghampiri Sapi dan Tikus, lalu mereka bermain bersama. Namun Katak, Kambing, Musang, dan Tikus sedikit kesal dan jengkel pada Sapi karena Sapi tidak tahu malu, ia bersikap seolah mainan itu miliknya dan ia hanya bermain seorang diri. “Tahu begini aku tidak mengajak Sapi bermain bersama deh.” Ada rasa penyesalan di dalam hati Tikus Satu minggu berlalu Rerumputan di ladang sudah mau habis, keduanya pun menyimpan makanan sebanyak-banyaknya untuk persediaan di kemudian hari. Domba tubuhnya lebih kecil tapi ia berpikir untuk lebih banyak menyimpan makanan karena ia mudah lapar. “Tubuhku lebih kecil, kalau aku tidak makan banyak nanti aku bisa kurus.” Ucap Domba kepada Sapi “Tubuhku lebih besar daripada kamu, aku yang harusnya makan lebih banyak. Perutku besar.” Balas Sapi Mereka pun saling berebut rerumputan yang sudah mau habis tersebut “Aku lebih tinggi dari kamu, jadi aku bisa mengambil dedaunan yang lebih tinggi juga. Sedangkan kamu kan pendek, jadi harus meminta tolong dulu sama aku kalau mau mengambil daun yang tinggi. Domba kecil kayak kamu pasti butuh bantuan aku.” Sapi mulai menyombongkan dirinya “Sapi, kenapa kamu sombong sekali. Kita sudah lama berteman akrab tapi mengapa kamu mementingkan dirimu sendiri. Kamu jahat Sapi.” Domba mulai menangis tersedu-sedu. “Tapi memang benar kan kamu kecil dan pendek. Dan kalau kamu mau ambil daun-daunan yang tinggi ya kamu harus minta tolong dulu sama aku. Kalau tidak ada aku kamu bisa mati.” Jawab Sapi “Hik Hik Hik kamu jahaaat Sapii.” Domba mulai menangis kencang sambil memukuk-mukul tubuh Sapi. Sapi merasa dirinya lebih dari yang lain, akhinya Domba berpikir untuk pergi dari ladang tempat Sapi berada. Domba memilih untuk mencari makanan ke tempat lain agar ia tidak terus-terusan dihina oleh Sapi. Di dalam perjalanan mencari ladang lain, domba berkata dalam hati “Daripada aku mati kelaparan karena menunggu Sapi mengambilkan makanan untukku, lebih baik aku mencari makanan ke tempat lain saja.” Setelah berjalan cukup jauh, Domba menemukan rerumputan hijau yang amat lebat. Domba sangat senang melihat ladang tersebut. “Waah indah sekali rerumputan disini. Untung aku pergi dari ladang tempat Sapi berada.” Sesampainya di ladang, Domba bertemu dengan Tikus dan Katak. “Hei teman-teman, kalian sedang apa disini?” Tanya Domba kepada Tikus dan Katak “Aku lagi main aja nih sama Katak, disini enak untuk bermain karena rumputnya hijau-hijau. Kamu sedang apa disini?” Jawab Katak “Kalo aku sih males aja di ladang sana karena ada Sapi. Dia egois dan tadi dia meghinaku karena tubuhku yang mulai kurus. Aku sangat tidak suka dengan sikapnya yang sekarang.” Jawab Domba dengan penuh kekesalan. “Sabar-sabar Domba, aku juga pernah kok kesal ke Sapi karena waktu itu mainanku dirusak oleh dia.” Balas Katak. Akhirnya Katak dan Tikus kembali lanjut bermain, sedangkan Domba mulai melahap rumput-rumput diladang tersebut. Hari demi hari berlalu Sapi terus melihat ke sekelilingnya berharap Domba datang menghampiri dirinya. Setiap hari Sapi menunggu kedatangan Domba dan teman-teman lainnya. Namun ternyata itu hanyalah sebuah harapan. Kini Sapi hanya tinggal seorang diri, ia ditinggalkan oleh teman-temannya karena sikapnya yang serakah, egois, dan suka menyombongkan diri. Secara sederhana, fabel dapat diartikan sebagai kisah fiksi/imajinasi yang menampilkan karakter binatang serta menyampaikan pesan-pesan moral. Pada kesempatan kali ini, kita diminta untuk mencari dialog teks fabel yang melibatkan 5 tokoh hewan. Tapi suatu hari, ia bertemu dengan kucing, musang, burung, dan kelinci. Tiap kali aku mau mencari makan, yang tersisa hanya sisa-sisa makanan. Kucing Maaf tikus sebenarnya selama ini kami yang makan semuanya, termasuk jatah makananmu. Fabel dapat diartikan sebagai kisah fiksi/imajinasi yang menampilkan karakter binatang serta menyampaikan pesan-pesan moral. 79% 79% found this document useful, Mark this document as useful. 21% 21% found this document not useful, Mark this document as not useful. Siang itu sepulangnya Irma dari sekolah dia kemudian mengajak Sandi untuk berkunjung kerumah Yoga. Main sih boleh aja, tapi kamu kan harus tidur tepat waktu supaya nggak bangun lama kemudian,. Irma pun lantas menyaut dan menasehati si Ilham supaya tidak suka mengajak Yoga main samapai larut. Kalau kalian mainnya sampai pagi, alhasil keesokan harinya nggak masuk sekolah karena bangunya telat. “Benar juga apa yang mereka bilang ini, gimana aku mau lulus dengan nilai bagus kalau belajar aja nggak konsisten” bisik Ilham dalam hati. Setelah ini aku akan mencoba lebih care lagi dengan waktu hampir 15 menit ngobrol, kemudian mamanya Yoga datang Nirmala. YogaOh.. ini ma, Irma sama Sandi risau soalnya aku tadi nggak masuk kelas,. Tadi pagi tante itu sudah bangunin dia, tapi dianya kelihatan capek banget. 100% 100% found this document useful, Mark this document as useful. 0% 0% found this document not useful, Mark this document as not useful. gajah dan kancil, dua orang siswa Vll asyik membaca-baca buku biologi di Koridor sekolah. pasalnya nanti siang akan ada ulangan harian mata pelajaran tersebut. gajah iya dong tugas kita sebagai pelajar kan memang harus belajar Hehehe.. hari ini kita kedatangan teman baru dari aceh. buaya ya baiklah, kita akan memulai pelajaran buka halaman 46.. * Sejumlah objek wisata di Karanganyar masih belum dibuka meskipun sudah ada ijin dari Pemkab Karanganyar untuk … melakukan uji coba di tengah pemberlakuan PPKM level 3. Kata yang tidak baku dalam penggalan teks berita tersebut adalah…. O objek O ijin O uji coba O pemberlakuan. Kata yang tidak baku dalam penggalan teks berita tersebut adalah…. O objek O ijin O uji coba O pemberlakuan. 2 Coba kita renungkan jutaan hewan yang telah mati sia-sia kehilangan rumahnya setiap hari akibat penebangan liar. Kalimat yang bermakna persuasif pada cuplikan teks pidato tersebut adalah…. a. 2 Coba kita renungkan jutaan hewan yang telah mati sia-sia kehilangan rumahnya setiap hari akibat penebangan liar. Kalimat yang bermakna persuasif pada cuplikan teks pidato tersebut adalah…. a. 2 Coba kita renungkan jutaan hewan yang telah mati sia-sia kehilangan rumahnya setiap hari akibat penebangan liar. Kalimat yang bermakna persuasif pada cuplikan teks pidato tersebut adalah…. a. Melihat itu belalang pun mengejek, sambil bermalas-malasan dan berjemur ia pun menyebut semut sebagai mahluk bodoh dan konyol, karena masih saja sibuk bekerja mengumpulkan makanan di sarangnya, padahal taman di sekitar tempat mereka tinggal itu terdapat banyak sekali makanan. Semut pun dengan sabarnya menjawab, bahwa apa yang dikatakan belalang itu memang benar pada saat ini memang masih terdapat banyak makanan di taman tempat mereka tinggal, namun semut mengumpulkan makanan itu untuk persediaan mereka selama musim dingin nanti. Namun belalang justru tertawa makin keras dan mengatakan bahwa musim dingin masih lama, jadi lebih baik bersenang-senang saja dulu. Rusa Totol pun tidak mau, ia ingin kawanan mereka untuk pindah ke tempat kolam air itu berada. Namun malang bagi si lambat kura-kura, karenanya dengan mudah pemburu itu pun menangkapnya dan menaruh kura-kura tersebut di tasnya. Itulah pelajarannya, bahwa jika kompak bekerjasama, maka seberat apapun permasalahan yang dihadapi akan bisa diatasi dan dicarikan solusi penyelesaian masalahnya bersama-sama. Kelinci baru terbangun setelah ia mendengar suara riuh rendah bersorak sorai menyambut kemenangan kura-kura yang akhirnya telah tiba di garis finish mendahuluinya. Semut pun juga mengucapkan terima kasih karena telah terlebih dahulu diselamatkan nyawanya oleh burung merpati, sehingga ia tidak jadi tenggelam. Fabel adalah salah satu jenis dongeng dengan menampilkan hewan yang merupakan tokoh utama dalam cerita ini. Source Temukan sejumlah artikel penting tentang naskah drama fabel dengan 5 tokoh berikut ini dan pilih yang terbaik untuk anda. Source Makna lambang binatang tidak selalu sama, tetapi disesuaikan dengan wilayah, budaya dan tradisi tempat dongeng tersebut diproduksi. Makna lambang binatang tidak selalu sama, tetapi disesuaikan dengan wilayah, budaya dan tradisi tempat dongeng tersebut diproduksi. Tokoh utama dalam cerita fabel adalah binatang seperti halnya semut, kancil, buaya, gajah, kera, ikan, dan lain sebagainya. Temukan Sejumlah Artikel Penting Tentang Naskah Drama Fabel Dengan 5 Tokoh Berikut Ini Dan Pilih Yang Terbaik Untuk Anda. Fabel merupakan cerita tentang kehidupan hewan yang berperilaku selayaknya manusia pada umumnya, seperti dapat berbicara, berpikir, hingga berpakaian. Oleh sebab itu, tak heran kalau fabel pun kerap disebut sebagai cerita moral karena pesan-pesan di dalam ceritanya. Suatu pagi indah dengan matahari yang cerah, Pak Tua Rusa mengunjungi kediaman keluarga Pip si Tupai di sebuah desa. “Maafkan aku, Burung.” ucap Ulu seraya menatap sendu ke arah Semut dan Ikan yang sejak tadi memperhatikan pembicaraan mereka. “Ah … kue ini pasti nikmat sekali apalagi jika ku makan sendiri tanpa berbagi dengan mereka,” gumamnya dalam hati. Bagaimana jika mereka kujemput ke sini, supaya kamu dapat makan lebih banyak lagi?” Cici berusaha mengelabui Serigala itu. 100% found this document useful 7 votes11K views23 pagesOriginal Title365291766-Drama-Fabel-5-TokohCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 7 votes11K views23 pagesDrama Fabel 5 TokohOriginal Title365291766-Drama-Fabel-5-TokohJump to Page You are on page 1of 23 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 9 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 13 to 21 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. DRAMA FABEL 5 TOKOH Pagi yang cerah. gajah dan Kancil, dua orang siswa kelas VII sedang asyik membaca-baca buku Biologi di koridor sekolah. Pasalnya nanti siang akan ada ulangan harian mata pelajaran tersebut. Kemudian datang Tikus, sahabat mereka. Tikus “Mit, Cil, rajin sekali kalian berdua!” gajah “Iya dong, tugas kita sebagai pelajar kan memang harus belajar. Hehehe…” Tikus “Iya juga sih. Eh ngomong-ngomong kalian tahu tidak, ada murid baru yang akan masuk ke kelas kita hari ini.” Kancil “Oh ya, siapa namanya? jantan atau betina?” Tikus “jantan, tapi aku juga belum tahu siapa namanya dan seperti apa rupanya.” [Bel sekolah berbunyi] Gajah “Eh ayo masuk kelas!” [Ketiganya memasuki ruang kelas. Buaya masuk bersama seorang murid baru.] Buaya “Selamat pagi, anak-anak. Hari ini kita kedatangan teman baru dari Aceh, ia akan menjadi teman sekelas kalian. Silakan perkenalkan dirimu, nak!” Tupai “Selamat pagi, teman-teman. Nama saya Tupai. Saya berasal dari Aceh.” Gajah [berbisik pada Tikus] “Jauh sekali ya, dari hutan di Aceh pindah ke Bandung!” [Tikus hanya mengangguk tanda setuju] Buaya “Tupai, kamu duduk di belakang Kancil ya [menunjuk sebuah meja kosong]. Untuk sementara kamu duduk sendiri dahulu karena jumlah siswa di kelas ini ganjil.” [Tupai segera duduk di kursi yang disediakan] Buaya “Ya baiklah, sekarang kita mulai pelajaran hari ini. Buka buku kalian di halaman 48….” [Pelajaran pun dimulai] Tiba saatnya jam istirahat. Tupai, yang belum memiliki teman, diam saja duduk di kursinya sambil menunduk. Rupanya belum ada yang mau mendekati Tupai. Semua siswa di kelas itu masih sungkan dan hanya mau tersenyum saja padanya tanpa berani mengajak ngobrol lebih lanjut. Kancil “Psst, Jah, Kus, coba lihat anak baru itu, sendirian saja ya!” [berbisik pada Gajah dan Tikus saat mereka baru kembali dari kantin] Gajah “Ayo kita dekati saja.” [Ketiganya menghampiri Tupai] Tikus “Hei, Tupai. Kenalkan, aku Tikus, ini Tupai dan Gajah [menunjuk kedua temannya].” [Ketiganya duduk di sekeliling Tupai] Tupai “Hai, salam kenal.” Kancil “Kamu kok tidak jajan ke kantin?” Tupai “Aku… Aku bawa bekal makanan [pelan sekali, sambil tertunduk].” Gajah “Oh begitu, rajin sekali kamu, Wan! [Keempat siswa ini mulai terlibat obrolan ringan sehingga Ridwan merasa ditemani] Saat jam pulang sekolah, Ibu Guru memanggil Anggi dan Kancil yang hendak pulang ke rumah. Buaya “Tikus, Kancil! Ke sini sebentar. Ibu mau menanyakan sesuatu.” [Tikus dan Kancil menghampiri Ibu Guru] Kancil “Ada apa, Bu?” Buaya “Itu, bagaimana perilaku Tupai di kelas? Apakah ia bisa membaur?” Kancil “Dia agak pendiam, Bu. Dan suka menunduk saat berbicara.” Tikus “Tadi di jam istirahat, kami berdua dan Gajah berusaha mendekatinya. Kami mengobrol cukup lama, ia anak yang baik kok, hanya saja ia seperti agak kurang percaya diri dan muram.” Buaya “Hmm… begitu ya. Anak-anak, Tupai adalah salah satu korban selamat tragedi tsunami Aceh beberapa bulan yang lalu. Kedua orang tuanya tewas terhempas ombak. Kini hanya tinggal ia dan adik perempuannya, Semut. Semut masih duduk di kelas 4 SD, di SD V kota kita ini.” Tikus “Ya Tuhan, sungguh berat cobaan yang menimpanya…” Buaya “Iya. Untungnya, seorang pamannya tinggal di Bandung sehingga ia dan adiknya tinggal di sini. Mereka tergolong masyarakat prasejahtera, sehingga Tupai benar-benar harus berhemat. Pamannya berkata pada Ibu tadi pagi, ia tak mampu memberi uang jajan yang cukup untuk Tupai sehingga Tupai harus bekal nasi setiap hari agar tidak lapar di sekolah.” Kancil “Oh pantas saja tadi jam istirahat ia tidak ke kantin.” Buaya “Ya sudah, Ibu cuma mau bilang begitu. Kalian berbaik-baiklah dengannya. Temani dia agar tak merasa kesepian dan terus berduka.” [Tikus dan Kancil pamit kemudian pulang] Di rumahnya, Kancil terus menerus memikirkan teman barunya, Tupai. Akhirnya ia mendapatkan suatu ide. Dikabarkannya Tikus dan Gajah melalui SMS. Keesokan harinya di jam istirahat…. Kancil “Eh, kalian membawa apa yang aku bilang kemarin, kan?” Gajah “Bawa dong. Ayo kita dekati Ridwan.” Tikus “Tupai, bolehkah kami bertiga makan bersamamu?” Tupai [kikuk dan kebingungan] “Eh, um.. boleh saja..” Kancil, Tikus, dan Gajah mengeluarkan bekal makanan mereka. Ketiganya juga membawa makanan camilan untuk dimakan bersama-sama, tentu saja Ridwan juga kebagian. Dengan makan bersama setiap hari, mereka berharap bisa membuat Ridwan lebih ceria. Setelah makan… Tupai “Terima kasih, teman-teman. Kalian sangat baik kepadaku.” Gajah “Kamu ini bicara apa, sih? Kita kan teman, wajar saja jika kita saling bersikap baik.” Semenjak itu Tupai menjadi semakin kuat karena dukungan teman-teman barunya. Siswa-siswa lain di kelas itu pun banyak yang bergabung membawa bekal untuk dimakan bersama-sama pada jam istirahat. Suasana menjadi semakin menyenangkan.

teks drama fabel 5 tokoh